Beranda

Pesona Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Pacu jawi, tradisi Minang dari Tanah Datar

21 Mar 2017 greaters Great Culture
Pacu jawi, tradisi Minang dari Tanah Datar

Dua pasang jawi (sapi) dewasa yang dipandu dua joki lelaki berusia sekitar 35 tahun nampak bersiap-siap akan memulai lomba. Tiap pasangan sapi itu disatukan dua alat seperti bajak yang terikat satu sama lain. Di antara keduanya nampak gagah sang joki memegang tali yang terhubung dengan leher sapi dan ekor-ekor hewan itu juga dia genggam.

Arena pacuan adalah persawahan yang habis dipanen. Arena itu penuh lumpur dan air setinggi mata kaki orang dewasa. Lokasinya di hamparan sawah Subarang Koto Hiliang, Nagari Sungai Tarab, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Lintasan lomba yang becek itu sepanjang sekitar 100 meter dan lebarnya sekitar 25 meter. Di sisi-sisi lintasan dan dibatasi tali plastik nampak berbaris ratusan penonton. Mereka ada yang duduk, jongkok…
Baca Lebih Lanjut...

Kepulauan Seribu dan Wakatobi Jadi Taman Warisan ASEAN

21 Mar 2017 greaters Great Story
Kepulauan Seribu dan Wakatobi Jadi Taman Warisan ASEAN

Pertemuan ke-27 ASEAN Working Group on Nature Conservation and Biodiversity (AWGNCB) berlangsung pada 14-15 Maret 2017 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN Kemlu, Jehezkiel Stephanus George Lantu bertindak menjadi chairman pertemuan tersebut.

Pertemuan AWGNCB ke-27 ini memiliki arti penting bagi Indonesia. Pertemuan telah mensahkan Taman Nasional Kepulauan Seribu dan Wakatobi sebagai Taman Warisan ASEAN (ASEAN Heritage Park/AHP).

Pertemuan juga telah mengupayakan proses pengusulan Taman Nasional Betungkerihun-Danau Seribu dan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung untuk menjadi Taman Warisan ASEAN (AHP) selanjutnya.

Ketua Delegasi RI Ratna Kusuma Sari, Pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk mempercepat proses ratifikasi Peraturan Presiden (Perpres) Pendirian ASEAN Center for Biodiversity (ACB). Ratifikasi Perpres tersebut ditargetkan rampung tahun…
Baca Lebih Lanjut...

Sejarah Nama Raja Ampat

15 Mar 2017 greaters Great Nature
Sejarah Nama Raja Ampat

Raja Ampat merupakan salah satu wilayah kepulauan di Provinsi Papua Barat yang kaya akan wisata bahari. Selain keindahan alam bawah lautnya, Raja Ampat juga menarik untuk ditelisik dari sisi sejarah. Salah satunya, soal asal-usul nama Raja Ampat. Tak ada catatan sejarah baku soal asal-usul terbentuknya nama Raja Ampat. Sebab, ada sejumlah versi yang hingga kini belum diketahui kebenarannya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Yusdi N Lamatenggo membenarkan jika banyak versi mengenai sejarah nama Raja Ampat. "Tiap daerah punya versi sendiri. Kalau ditanya mana yang paling benar? Ya kita enggak tahu mana yang paling benar. Itu terus berkembang," kata Yusdi saat ditemui di Waisai, Kabupaten Raja Ampat, beberapa waktu lalu.

Salah satu versi yang paling banyak diketahui masyarakat,…
Baca Lebih Lanjut...

Bandara Soekarno-Hatta Raih "The World’s Most Improved Airport 2017"

15 Mar 2017 greaters Great Story
Bandara Soekarno-Hatta Raih

Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil meraih penghargaan The World’s Most Improved Airport 2017 dalam ajang World Airport Awards yang diselenggarakan oleh Skytrax. Pencapaian Bandara Soekarno-Hatta ini mengalahkan Bandara-bandara lainnya seperti Bandara Hamad Doha, Bandara Houston, dan Bandara Delhi. 

Penghargaan The World’s Most Improved Airport 2017 ini diterima langsung oleh President Director PT Angkasa Pura II (Persero) (AP II) Muhammad Awaluddin dari CEO Skytrax Edward Plaisted dalam ajang World Airport Awards yang digelar di Passenger Terminal EXPO, Amsterdam, Belanda, pada 14 Maret 2017 waktu setempat, atau 15 Maret 2017 waktu Indonesia.

Muhammad Awaluddin mengatakan penghargaan ini menunjukkan bahwa Bandara Soekarno-Hatta menjadi favorit penumpang seluruh dunia. Atas pencapaian ini juga membuat peringkat Bandara Internasional Soekarno-Hatta di The World’s Top 100 Airport naik…
Baca Lebih Lanjut...

Pementasan Gamelan dan Wayang Orang di Tokyo College of Music

09 Mar 2017 greaters Great Story
Pementasan Gamelan dan Wayang Orang di Tokyo College of Music

Sebagai bagian dari kegiatan Institute of Ethnomusicology pada Tokyo College of Music, para peserta program Kesenian Tradisional Jawa harus mementaskan keahliannya pada tanggal 25 Februari 2017. Para peserta kursus 2x sepekan tersebut berasal dari berbagai kalangan, dari usia muda hingga umur 70an, namun semuanya memiliki minat yang sama yaitu kesenian Indonesia.

Untuk menunjukkan dukungan dan apresiasi KBRI Tokyo, telah hadir Koordinator Fungsi Pensosbud yang dalam sambutannya menyatakan bahwa kualitas penghayatan para penari dan musisi tersebut sangat baik sehingga jika kita menutup mata akan serasa berada di Jawa Tengah. Tokyo College of Music menyampaikan bahwa Institute of Ethnomusicology siap untuk turut memeriahkan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik RI-Jepang pada tahun 2018.

sumber: kemlu.go.id


Baca Lebih Lanjut...

"Dalam menghadapi musuh, tak ada yang lebih mengena daripada senjata kasih sayang."
Cut Nyak Dien